Kredo
Iman yang diakui
Mengapa mengikuti Kristus dan Gereja-Nya, wahyu dan iman, Allah Tritunggal, Yesus Kristus, Roh Kudus dan Gereja, Bunda Maria, dan empat hal terakhir.


Fides quaerens intellectum— S. Anselmus, Proslogion
Satu tahun belajar iman Katolik secara utuh dan berurutan, dari Kredo sampai doa. Setiap sesi bertolak dari Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium Gereja, dan disampaikan langsung oleh para pengajar Katolisitas.
Terbuka untuk perorangan, paroki, dan kelompok kategorial. Ikuti dari mana saja.
Tentang FOCUS
FOCUS (Faith Formation Course) mengajak umat memahami apa yang diimaninya, dan mengapa. Iman dan akal budi berjalan bersama: ajaran Gereja dijelaskan dasarnya, lalu dibawa kembali ke dalam doa dan hidup sehari-hari.
Paroki dan komunitas memakai FOCUS untuk:
Semua sesi berlangsung online. Peserta bisa bergabung dari rumah, kantor, atau aula paroki, dengan ponsel maupun laptop.
Urutan kursus mengikuti Katekismus Gereja Katolik: iman diakui, dirayakan, dihidupi, lalu didoakan.
Iman yang diakui
Mengapa mengikuti Kristus dan Gereja-Nya, wahyu dan iman, Allah Tritunggal, Yesus Kristus, Roh Kudus dan Gereja, Bunda Maria, dan empat hal terakhir.
Iman yang dirayakan
Liturgi sebagai karya keselamatan, lalu ketujuh sakramen, dengan Ekaristi sebagai sumber dan puncaknya.
Iman yang dihidupi
Prinsip-prinsip moral, kasih kepada Allah dan sesama, serta ajaran sosial Gereja.
Iman yang didoakan
Spiritualitas Katolik, doa dalam hidup Kristiani, Bapa Kami, dan devosi.
Bdk. KGK 2558: misteri iman itu diakui, dirayakan, dihidupi, dan didoakan.
Kurikulum
Urutan modul di bawah ini sama dengan urutan sesi live. Setiap modul juga tersedia sebagai kursus tersendiri di Katolisitas Institute, dan Modul Prakatekumenat dapat diikuti tanpa biaya.












Pengajar
Kedua belas modul disusun dan diajarkan oleh Stefanus Tay dan Ingrid Tay. Dua imam turut mengajar dalam program ini.

Imam
Doktor Teologi Suci (Sacrae Theologiae Doctor).
Tonton pesannya · 7:58
Imam
Pengajar FOCUS.

Teolog awam
Penyusun dan pengajar modul FOCUS, salah satu pendiri Katolisitas.

Teolog awam
Penyusun dan pengajar modul FOCUS.
Kesaksian
Delapan peserta bercerita tentang pengalaman mereka selama mengikuti FOCUS. Setiap videonya kurang dari empat menit.
Tanya jawab
Hal-hal yang paling sering ditanyakan tentang FOCUS, dari tujuan kursus sampai cara sertifikasinya.
Tujuan utamanya adalah membantu umat Katolik makin mengenal dan mengasihi imannya.
Bagi paroki, FOCUS menjadi sarana untuk menyiapkan katekis dan pengajar yang baik, membina katekis yang sudah lama melayani, dan melatih calon pengajar baru. Sertifikasi di akhir setiap modul juga membantu paroki mengenali katekis yang sudah dibekali dengan baik.
Semua umat Katolik, terutama mereka yang melayani di bidang pengajaran: katekis, guru bina iman anak dan remaja, pembina lingkungan, prodiakon, dan lainnya.
Kursus ini juga terbuka bagi umat yang belum aktif di paroki tetapi ingin mendalami imannya secara runtut. Paroki pun dapat memakai FOCUS untuk persiapan baptis dewasa.
Seluruh kegiatan berlangsung online. Pengajaran disampaikan secara live setiap Kamis pukul 19.00–21.00 WIB, dan di akhir setiap sesi peserta dapat mengajukan pertanyaan.
Satu angkatan terdiri atas satu pertemuan pembukaan, 48 sesi pengajaran, dan 12 kali sertifikasi, sehingga keseluruhannya berlangsung sekitar satu tahun.
Setiap modul ditutup dengan sertifikasi pada tanggal yang sudah dijadwalkan, sehingga totalnya ada 12 kali. Bila nilai kurang dari 80, peserta dapat mengulang satu kali.
Jadwal juga memuat sesi remedial setiap beberapa modul.
Bisa. Peserta dapat mendaftar secara perorangan, atau melalui paroki dan kelompok kategorial masing-masing.
Angkatan 5 berlangsung dari 22 Januari 2026 sampai 25 Februari 2027. Jadwal angkatan berikutnya akan diumumkan setelah itu.
Tekan tombol Kabari saya di halaman ini agar Anda mendapat kabar begitu pendaftaran dibuka.
Ungkapan ini berasal dari S. Anselmus dari Canterbury. Ia semula memakainya sebagai judul karyanya yang kemudian dikenal sebagai Proslogion. Artinya: iman yang mencari pengertian.
Katekismus mengutip Anselmus ketika menjelaskan bahwa iman itu sendiri mendorong orang beriman untuk makin mengenal Dia yang diimaninya. S. Yohanes Paulus II membuka ensiklik Fides et Ratio dengan gambaran yang sejalan: iman dan akal budi seperti dua sayap yang mengangkat roh manusia untuk merenungkan kebenaran. FOCUS disusun dalam semangat itu.
Lih. KGK 158; Fides et Ratio 1; Anselmus, Proslogion, Proemium.
Pertanyaan lain dapat dikirim melalui Instagram Katolisitas.